Berat badan bayi sering sekali dikaitkan dengan nutrisi dari makanan yang
dikonsumsi setiap hari. Namun, sebenarnya faktor yang mempengaruhi naik atau
turunnya berat badan si kecil itu tidak dari makanan saja.
Berat badan bayi di atas angka normal? Tentu hal tersebut sangat
mengkhawatirkan. Bagi ibu yang memiliki bayi dengan berat badan melebihi ideal
atau obesitas, ibu perlu melakukan beberapa hal yang bisa secara efektif menurunka
berat badan si kecil.
Berat badan bayi menjadi tolok ukur kesehatan sang buah hati. Itulah
mengapa banyak ibu yang khawatir jika tubuh si kecil terlihat kecil. Mereka
akan segera menimbang berat badannya. Dan jika hasilnya ternyata turun, maka
mereka akan segera mencari tahu kenapa berat
badan bayi mereka turun.
Berat badan bayi yang
turun sering dihubungkan dengan pemberian ASI eksklusif. Bagi orang tua kuno,
aneh memang memberikan bayi hanya mendapatkan ASI eksklusif hingga 6 bulan.
Mereka merasa kasian karena si kecil sering menangis terutama di malam hari.
Kenapa menangis? Mereka menganggap karena si kecil lapar karena tidak
mendapatkan asupan makanan apapun, hanya ASI saja.
Berat badan bayi yang
turun sering dihubungkan dengan kurangnya pemberian ASI. Masalah ini mungkin
tidak akan dirasakan oleh ibu rumah tangga. Namun, bagaimana dengan ibu yang
juga menjadi seorang wanita karir?
Berat badan bayi bisa
sangat fluktuatif. Pada minggu-minggu pertama, berat badan si kecil mungkin
akan turun. Akan tetapi, setelah ia berusia 1-2 bulan, berat badannya menjadi
normal. Dan pada usianya yang ke 3 bulan ke atas, berat badan bayi cenderung naik turun.
Berat badan bayi pada
usia satu minggu memang turun drastis. Hal ini sangat wajar dan tidak perlu ibu
khawatirkan. Hanya saja, jika bayi sudah berusia sekitar 1 bulan ke atas namun
berat badannya masih di bawah normal, maka pantas jika ibu mulai khawatir.